Rabu, 16 Desember 2009

Analisis Kurikulum 2006

LAPORAN HASIL ANALISIS
KURIKULUM 2006 (KTSP)
MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS VI

A. Rasionalisasi Kurikulum 2006 (KTSP)
Kurikulum 2006 (KTSP) merupakan kurikulum hasil penyempurnaan dari kurikulum 2004 (KBK). Jadi secara substansial Kurikulum 2006 sama dengan Kurikulum 2004 baik dalam isi, target maupun materi. Perbedaannya terletak pada pengembangan materi, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian yang sepenuhnya diserahkan kepada guru atau pihak sekolah disesuaikan dengan kebutuhan.
Tujuan diterbitkannya Kurikulum 2006 (KTSP) adalah untuk meningkatkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi untuk membangun dirinya, bangsanya, negaranya, agamanya serta sanggup menghadapi era globalisasi.
Prinsip pengembangan Kurikulum 2006 (KTSP)
• Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungan;
• Beragam dan terpadu;
• Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni;
• Relevan dengan kebutuhan kehidupan;
• Belajar sepanjang hayat;
• Keseimbangan antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah.

B. Materi Pembelajaran Bahasa Indonesia berdasarkan Kurikulum 2006 (KTSP)
1. Semester 1
Mendengarkan
Standar Kompetensi
Memahami teks dan cerita anak yang dibacakan.

Kompetensi Dasar
 Menulis hal-hal penting/pokok dari suatu teks yang dibacakan.
 Mengidentifikasi tokoh, watak, watak, latar, tema atau amanat dari cerita anak yang dibacakan.
Berbicara
Standar Kompetensi
Memberikan informasi dan tanggapan secara lisan.
Kompetensi Dasar
 Menyampaikan pesan/informasi yang diperoleh dari berbagai media dengan bahasa yang runtut, baik dan benar.
 Menanggapi (mengkritik/memuji) sesuatu hal disertai alasan dengan menggunakan bahasa yang santun.
Membaca
Standar kompetensi
Memahami teks dengan membaca intensif dan membaca sekilas.
Kompetensi Dasar
 Mendeskripsikan isi dan teknik penyajian suatu suatu laporan hasil pengamatan/kunjungan.
 Menanggapi informasi dari kolom/rubric khusus (majalah anak, Koran dll.)
Menulis
Standar Kompetensi
Mengungkapkan pikiran, perasaan dan informasi secara tertulis dalam bentuk formulir, ringkasan, dialog dan parafrase.
Kompetensi Dasar
 Mengisi formulir (pendaftaran, kartu anggota, wesel pos, daftar riwayat hidup, dll.) dengan benar.
 Membuat ringkasan dari teks yang dibaca atau yang didengar.
 Menyusun percakapan tentang berbagai topik dengan memperhatikan penggunaan ejaan.
 Mengubah puisi ke dalam bentuk prosa dengan tetap memperhatikan makna puisi.
2. Semester 2
Mendengarkan
Standar Kompetensi
Memahami wacana lisan tentang berita dan drama pendek.
Kompetensi Dasar
 Menyimpulkan isi berita yang didengar dari televisi atau radio.
 Menceritakan isi drama pendek yang disampaikan secara lisan.
Berbicara
Standar Kompetensi
Mengungkapkan pikiran, perkataan, dan informasi dengan berpidato, melaporkan isi buku dan baca puisi.
Kompetensi Dasar
 Berpidato atau presentasi untuk berbagai keperluan (acara perpisahan, perayaan ulang tahun, dll.) dengan lafal, intonasi, dan sikap yang tepat.
 Melaporkan isi buku yang dibaca (judul, pengarang, jumlah halaman dan isi) dengan kalimat yang runtut.
 Membacakan puisi karya sendiri dengan ekspresi yang tepat.
Membaca
Standar kompetensi
Memahami teks dengan membaca intensif dan membaca teks drama.
Kompetensi Dasar
 Menemukan makna tersirat suatu teks melalui membaca intensif.
 Mengidentifikasi berbagai unsur (tokoh, sifat, latar, tema, jalan cerita, dan amanat) dari teks drama anak.
Menulis
Standar Kompetensi
Mengungkapkan pikiran dan informasi secara tertulis dalam bentuk naskah pidato dan surat resmi.
Kompetensi Dasar
 Menyusun naskah pidato/sambutan (perpisahan, ulang tahun, perayaan sekolah, dll.) dengan bahasa yang baik dan benar, serta memperhatikan penggunaan ejaan.
 Menulis surat resmi dengan memperhatikan pilihan kata sesuai dengan orang yang dituju.

C. Analisis dan Komentar
1. Analisis
Keterampilan berbahasa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas VI meliputi semua aspek keterampilan berbahasa, yaitu mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis.
a. Mendengarkan
Dalam satu tahun (2 semester), siswa kelas VI dituntut agar memiliki keterampilan berbahasa dalam aspek mendengarkan melalui wacana baik teks, cerita anak, berita, maupun drama pendek.
Wacana tersebut ditransfer pada anak melalui bahasa lisan karena sesuai dengan aspek yang ingin dilatihkan. Adapun medianya dapat melalui media elektronik maupun secara lisan langsung.
b. Berbicara
Melatih kecakapan berbicara pada anak kelas VI dilakukan melalui kegiatan menyampaikan pesan secara lisan sesuai dangan materi. Kegiatan menyampaikan pesan tersebut haruslah sesuai dengan lafal, intonasi dan konteks yang tepat.
c. Membaca
Keterampilan membaca yang dilatihkan atau diajarkan pada siswa kelas VI dilakukan melalui kegiatan membaca teks drama, membaca intensif, dan membaca sekilas.
d. Menulis
Selain mendengarkan, berbicara dan membaca, siswa kelas VI juga dituntut untuk mampu menguasai keterampilan menulis sebagai aspek dalam keterampilan berbahasa.
Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui pengungkapan pikiran, perasaan, dan informasi secara tertulis dalam bentuk formulir, ringkasan, dialog, dan paraphrase maupun dalam bentuk naskah pidato dan surat resmi.
2. Komentar
Materi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas II sudah meliputi keempat aspek keterampilan berbahasa baik yang bersifat produktif (berbicara, menulis) maupun yang bersifat reseptif (mendengarkan, membaca). Berdasarkan Kurikulum 2006 (KTSP) siswa kelas II dituntut untuk mampu menguasai keempat aspek keterampilan berbahasa melalui materi Pembelajaran Bahasa Indonesia.
Materi-materi tersebut dapat dikembangkan oleh guru atau pihak sekolah, karena pada Kurikulum 2006 (KTSP) pengembangan materi, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian sepenuhnya diserahkan kepada guru atau pihak sekolah disesuaikan dengan kebutuhan. Dan KTSP sendiri mengenal diversifikasi kurikulum artinya kurikulum bisa disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan penyelenggaraan pendidikan yang berorientasi kepada kebutuhan peserta didik dan kebutuhan masyarakat lingkungan sekolah.
Dalam pembelajaran tematik di kelas II khususnya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia masih terdapat banyak kesulitan diantaranya:
a. Siswa masih sulit menceritakan sebuah cerita dengan kata-kata atau kalimat sendiri.
b. Siswa belum mampu menggunakan pilihan kata yang tepat dan santun dalam berkomunikasi lisan.
c. Siswa belum mampu menjawab pertanyaan sesuai dengan isi bacaan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Mengenai Saya

Foto Saya
Tasikmalaya, jawa barat, Indonesia
blog ini saya gunakan sebagai curahan perasaan dan sedikit pengetahuan. disini saya simpan beberapa pengetahuan yang mudah2an bermanfaat.