Jenis Makna

Kita ketahui bahwa sebuah kata mempunyai makna kognitif (denotative, deskriptif), makna konotatif dan emotif.
Berikut ini akan dibahas mengenai jenis-jenis makna berdasarkan berbagai sumber yang telah dikemukakan oleh para ahli bahasa.
1.Makna Sempit
Makna sempit (narrowed meaning) adalah makna yang lebih sempit dari keseluruhan ujaran.
Kridalaksana (1993), memberikan penjelasan bahwa makna sempit (specialized meaning, narrowed meaning) adalah makna ujaran yang lebih sempit daripada makna pusatnya; misalnya makna kepala dalam kepala batu.

2.Makna Luas
Makna luas (widened meaning atau extended meaning) adalah makna yang terkandung pada sebuah kata lebih luas daripada yang diperkirakan (Djajasudarma, 1993)
Kata-kata yang berkonsep memiliki makna luas dapat muncul dari makna yang sempit, seperti pada contoh bahasa Indonesia berikut.
Pakaian dalam dengan pakaian
Kursi roda dengan kursi
Menghidangkan dengan menyiapkan
Memberi dengan menyumbang

3.Makna Kognitif
Makna kognitif disebut juga makna deskriptif atau denotatif adalah makna yang menunjukan adanya hubungan konsep dengan dunia kenyataan.

4.Makna Konotatif dan Emotif
Makna konotatif adalah makna lain yang ditambahkanpada makna denotative yang berhubungan dengan nilai rasa dari orang atau kelompok yang menggunakan kata tersebut.
Makna emotif (bahasa Inggris emotive meaning) adalah makna yang melibatkan perasaan (pembicara dan pendengar; penulis dan pembaca) kea rah yang positif.
Makna emotif di dalam bahasa Indonesia cenderung berbeda dengan makna konotatif; makna emotif cenderung mengacu kepada hal-hal (makna) yang negatif.

5.Makna Referensial
Sebuah kata atau leksem disebut bermakna referensial kalau ada referentnya, atau acuannya. Kata-kata seperti kuda, merah, dan gambar adalah termasuk kata-kata yang bermakna referensial karena ada acuannya dalam dunia nyata. Sebaliknya, kata-kata seperti dan, atau, dan karena adalah termasuk kata-kata yang tidak bermakna referensial, karena kata-kata itu tidak mempunyai referent.

6.Makna Kontruksi
Makna kontruksi adalah makna yang terdapat di dalam kontuksi. Misalnya, makna milik yang diungkapkan dengan urutan kata di dalam bahasa Indonesia.
Contoh-contoh yang diberikan Djajasudarma (1993) mengenai makna kontruksi ini antara lain :
•Itu buku saya
•Saya baca buku saya
•Perempuan itu ibu saya
7.Makna Leksikal dan Makna Gramatikal
Makna leksikal adalah makna yang yang dimiliki atau ada pada leksem atau kata meski tanpa konteks apapun. Lain dari makna leksikal, makna gramatikal baru ada kalau terjadi proses gramatikal, seperti afiksasi, redupilikasi, komposisi, dan kalimatisasi.

8.Makna Odesional
Makna idesional adalah makna yang muncul sebagai akibat dari penggunaan kata yang berkonsep atau ide yang terkandung di dalam satuan kata-kata, baik bentuk dasar maupun turunan.
9.Makna Proposisi
Makna proposisi adalah makna yang muncul apabila kita membatasi pengertian tentang sesuatu. Kata-kata dengan makna proposisi dapat kita lihat di bidang matematika, atau di bidang eksaktra.
Makna proposisi dapat diterapkan ke dalam sesuatu yang pasti, tidak mungkin dapat diubah lagi, misalnya, di dalam bahasa kita kenal proposisi:
a.satu tahun sama dengan dua belas bulan.
b.Makhluk hidup akan mati. Dan sebagainya.

10.Makna Pusat
Makna pusat adalah makna yang dimiliki setiap kata yang menjadi ujaran. Sebagai contoh dapat kita lihat dalam ekspresi berikut.
a.meja itu bundar.
b.Ali seorang laki-laki. Dan sebagainya.

11.Makna Piktorial
Makna piktorial adalah makna suatu kata yang berhubungan dengan perasaan pendengar atau pembaca.

12.Makna Idiomatik
Idiom adalah satuan ujaran yang maknanya tidak dapat diramalkan dari makna unsur-unsurnya, baik secara leksikal maupun secara gramatikal. Misalnya, secara gramatikal bentuk menjual rumah bermakna ‘yang menjual rumah menerima uang dan yang membeli menerima rumahnya’; tetapi dalam bahasa Indonesia bentuk menjual gigi, tidak bermakna seperti menjual rumah, melainkan ‘tertawa dengan keras’. Jadi, makna seperti yang dimiliki dalam bentuk menjual gigi, yang disebut makna idiomatik.

0 Comments

Post a Comment